WE DEFEND ISLAM

A topnotch WordPress.com site

Part 8-Kyai Haji Saifuddin Ibrahim-Kebodohan dan Kebohongannya (Isteri-isteri boleh dipukul)

Original link: http://redaksipetang.blogspot.co.id/2016/07/alasan-kyai-haji-saifuddin-ibrahim-dari.html


Mantan Kiyai Mengatakan:

Isteri-isteri boleh dipukul (Surah 4:34), sebaliknya Alkitab bukan hanya tidak boleh memukuli isteri, lebih lagi mereka harus dikasihi (Ef 5:25)


Wahai pak Kiyai, bagaimana mungkin anda sebagai seorang kiyai semata-mata mendengarkan apa yang dikatakan para pembenci Islam tentang surat 4:34? Apakah tidak sebaiknya anda kembali mempelajari surat ini dari segi bahasaa dan mencari jawaban berdasarkan research yang serius dan matang? Apa yang akan diterangkan dibawah ini sudah tidak asing lagi untuk mereka yang mengikuti perdebatan Islam-Kristen. Akar permasalahannya adala kata DARABA.


الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Transliteration

Kata driboohunna yang banyak diartikan “PUKULLAH / BEAT / STRIKE” berakar kata DARABA.

Kalau kata DARABA mempunyai arti tunggal sebagai PUKULLAH, mengapa dalam sejarah hidup Nabi Muhamamad SAW, tidak satupun ditemukan kabar beliau memukul para istrinya?
Bahkan beliau adalah manusia mempunyai perilaku yang paling baik terhadap mereka dalam situasi apapun dan selalu menganjurkan para suami untuk melakukan yang terbaik pada para istrinya.
Dari HR At-Thirmidzi no 1162,Ibnu Majah no 1987 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 284

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا

Orang yang imannya paling sempurna diantara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya

Dar: HR At-Thirmidzi no 3895,Ibnu Majah no 1977, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 285

خَيْرُكُمْخَيْرُكُمْلِأَهْلِهِوَأَنَاخَيْرُكُمْلِأَهْلِي

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap istriku.”

اِسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita.” (HR Muslim: 3729)

Hadith lainnya,

  1. Rasulullah SAW bersabda yang Artinya :
    “Kewajiban seorang suami terhadap isterinya ialah suami harus memberi makan kepadanya jika ia makan dan memberi pakaian kepadanya jika ia berpakaian dan tidak boleh memukul mukanya dan tidak boleh memperolokkan dia dan juga tidak boleh meninggalkannya kecuali dalam tempat tidur (ketika isteri membangkang).”
    (Riwayat Abu Daud)
  2. Nabi SAW bersabda yang bermaksud
    “Sesungguhnya yang termasuk golongan mukmin yang paling sempuma imannya ialah mereka yang baik budi pekertinya dan mereka yang lebih halus dalam mempergauli keluarganya (isteri anak-anak dan kaum kerabatnya). “

Nabi Muhammad SAW tidak menganjurkan jalan kekerasan terhadap wanita TERUTAMA ISTRI.

Dalam “Pembahasan Dilema Ayat Pemukulan Istri (An-Nisa, 4: 34) Dalam Kajian Tafsir Indonesia” karya Faqihuddin Abdul Kodir, dikatakan:

Dalam pendekatan ini, diwakili oleh Muhammad Shahrur dalam bukunya al-Kitâb wa al-Qur’ân: Qirâ’ah Mu’sârah (1992), kalimat “wadribûhunnatidak diartikan sebagai
“pukullah”. Menurutnya, kata ‘daraba’, asal kata dari wadribûhunna, tidak bisa diartikan sebagai pemukulan fisik jika tidak dibarengi dengan obyek tubuh yang fisikal, seperti lengan, kepala, atau leher. Kata ‘daraba’ jika disusul dengan seseorang, seperti perempuan pada kasus ayat 4: 34, maka tidak bisa diartikan kecuali dengan arti “ambil langkah tegas dalam kasus ketidak-taatan itu”,setelah semua upaya nasihat dan pisah ranjang tidak membawa hasil. Langkah tegas atau sikap tegas ini diambil sebelum upayapenyelesaian melalui percerian.


Untuk menterjemahkan kata “DARABA” sebagai “PUKULLAH”‘, AL-QUR’AN SELALU MENYERTAI KATA KETERANGAN TENTANG:

1) “OBJEK YANG DIPAKAI UNTUK MEMUKUL.

2) OBJEK MANA YANG HARUS DIPUKUL.

Contoh:

2:60 Pukullah batu (2) dengan tongkatmu (1)
2:73 Pukullah mayat (2) dengan sebahagian anggota sapi betina itu (1)
7:160 Pukullah batu itu (2)dengan tongkatmu (1)
38:44 ambillah dengan tanganmu seikat (rumput) (2) pukullah dengan itu (1)

 Hanya surat 4:34 kata DARABA tidak disertai keterangan tentang OBJEK yang dipakai dan OBJEK mana yang harus dipukul. Dengan demikian, selain tidak tepat menterjemahkannya dengan “PUKULLAH”, kata DARABA terbuka untuk makna-makna lainnya. Itu karena kata DARABA mempunyai banyak arti.

DARABA vb. (I) ~ to strike, smite, stamp, beat; to liken or strike (a parable or similitude), to cite (an example or a dispute); (daraba fi al-ard) to journey; to draw or cast (a veil); (with prep. ‘ala’) to pitch on, to stamp; (with prep. ‘an) to turn something away; (with prep. bayn) to set up between, to separate, (n.vb) striking, smiting, etc.; (with prep. fi) journeying. ( KASSIS. H E, A Concordance of the Qur’an, University of California Press: Berkeley-Los Angeles-London, Page 410)

a deep41

Source: Hans Wehr’s Modern Written Arabic 

Perhatikan makna lain dari DARABA yang lebih mengena ditinjau dari sabda-sabda Rasulullah SAW dan aya-ayat Al-Qur’an mengenai pergaulan suami dan istri.

DARABA = TO SEPARATE (PISAHKAN) , PART, TO TURN AWAY FROM (JAUHI MEREKA), LEAVE (TINGGALKANLAH) , FORSAKE (TINGGALKAN / ABAIKAN), ABANDON (ABAIKANLAH), AVOID (HINDARILAH) OR SHUN (HINDARILAH)

Menterjemahkan DARABA sebagai PUKULLAH, bertentangan dengan ajaran kasih sayang dan cinta dari Al-Qur’an dan Nabi Muhammad SAW. Perhatikan dibawah ini.

Surat 4 (Annisa) : 19

Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullahu ketika menafsirkan ayat dalam surah An-Nisa` di atas, menyatakan:

“Yakni perindahlah ucapan kalian terhadap mereka (para istri) serta perbaguslah perilaku dan penampilan kalian sesuai kemampuan. Sebagaimana engkau menyukai bila ia (istri) berbuat demikian, maka engkau (semestinya) juga berbuat yang sama.

Kata PUKULLAH bertentangan dengan kata BERSABAR.

Hadith:

Dari HR At-Thirmidzi no 1162,Ibnu Majah no 1987 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 284

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا

Orang yang imannya paling sempurna diantara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya

Dar: HR At-Thirmidzi no 3895,Ibnu Majah no 1977, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 285

خَيْرُكُمْخَيْرُكُمْلِأَهْلِهِوَأَنَاخَيْرُكُمْلِأَهْلِي

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap istriku.”

اِسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita.” (HR Muslim: 3729)

BAGAIMANA MUNGKIN SEORANG KIYAI TIDAK MENGANALISA SEPERTI INI? YANG DIA DENGARKAN SEMATA-MATA APA PENDAPAT MUSUH ISLAM TERHADAP ISLAM.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: