WE DEFEND ISLAM

A topnotch WordPress.com site

Part 6 -Kyai Haji Saifuddin Ibrahim-Kebodohan dan Kebohongannya (perkawinan di sorga, 72 bidadari)

Original link: http://redaksipetang.blogspot.co.id/2016/07/alasan-kyai-haji-saifuddin-ibrahim-dari.html


Mantan Kiyai Mengatakan:

Kuran menulis di Sorga akan ada perkawinan (S 55:76),


Seorang KIYAI salah menyebutkan ayat. Lupa? Ini surat 55 (Surat Ar-Raĥmān) : 76

مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍ

“Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah”

Bagian mana dari kata-kata diatas menggambarkan “PERKAWINAN”?

Pak KIYAI salah lagi.


Mantan Kiyai melanjutkan:

bahkan menurut hadits, para Muslim yang mati karena berjihad akan mendapat 72 bidadari.


 

Pak kiyai hanya meng-copy apa yang para WESTERN sebarkan mengenai 72 virgins. Hadith-hadith mengenai mati syahid mendapatkan 72 bidadari dikenal sebagai alat propaganda Israel terutama menyangkut bom bunuh diri.

Kalau dikatakan kita mati berjihad dalam jalan yang di-ridhoi oleh Islam, kita akan dapatkan janji dari Allah SWT juga apa yang di gambarkan oleh Nabi Muhammad SAW. 72 bidadari hanya sebagian kecil dari hadiah yang akan kita dapatkan untuk berbuar baik di dunia, mematuhi perintah dan meninggalkan laranganNya. So, apa masalahnya? Tidak ada satu dari TIGA agama yang menjelaskan demikian detail tentang Jannah (surga) kecuali Islam dan semua gambaran mengenai itu memotifikasi para Muslim untuk sabar dan berjalan lurus pada jalan kebaikan didunia ini. Terlepas dari anda percaya atau tidak pada ajaran Islam.

Yang menjadi masalah adalah para musuh Islam mengkaitkan hadith 72 bidadari untuk melegalkan jihad dengan bunuh diri. Perbuatan bunuh diri diharamkan, dikutuk Allah SAW dan Rasulnya.

Allah SWT berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kalian membunuh diri kalian, sesungguhnya Allah Maha menyayangi kalian.” (QS. An-Nisaa’: 29)

[Shahih Bukhari 5778 dan Shahih Muslim 109] “Artinya : Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan besi tajam maka besi itu diletakkan di tangannya, ditusukkan ke perutnya di neraka jahannam dia kekal di dalamnya.”

Bagaimana mungkin seorang kiyai MURTAD dari Islam semata-mata hanya mendengarkan apa yang MEDIA BARAT sebarkan sebagai propaganda untuk membuat manusia benci terhadap Islam?

Komentar-komentar para Muslim tentang 72 bidadari

72 Virgins for Martyrs: Making Sense of One of the Rewards of Paradise


Wikipedia tentangAlleged “72 virgins”

The idea of 72 virgins in Islam refers to an aspect of paradise. In a Sunni collection by Abu `Isa Muhammad ibn `Isa at-Tirmidhi in his Jami` at-Tirmidhi[52] and also quoted by Ibn Kathir in his Tafsir ibn Kathir of sura 55[53] it is stated:

It was mentioned by Daraj Ibn Abi Hatim, that Abu al-Haytham ‘Adullah Ibn Wahb narrated from Abu Sa’id al-Khudhri, who heard Muhammad saying, ‘The smallest reward for the people of Heaven is an abode where there are eighty thousand servants and seventy-two houri, over which stands a dome decorated with pearls, aquamarine, and ruby, as wide as the distance from al-Jabiyyah to San’a.[54]

However, regarding the above statement Hafiz Salahuddin Yusuf has said: “The narration, which claims that everyone would have seventy-two wives has a weak chain of narrators.”[38]

In the same collection of Sunni hadiths, however, the following is judged strong (hasan sahih):

That the Messenger of Allah said: “There are six things with Allah for the martyr. He is forgiven with the first flow of blood (he suffers), he is shown his place in Paradise, he is protected from punishment in the grave, secured from the greatest terror, the crown of dignity is placed upon his head—and its gems are better than the world and what is in it—he is married to seventy two wives among Al-Huril-‘Ayn of Paradise, and he may intercede for seventy of his close relatives.”[55]

Importantly, some scholars argue that the promise of 72 virgins is a mistranslation from “72 angels”[56] or even from “72 white raisins, of crystal clarity”.[56][57] According to Ibn Warraq referring to The Syro-Aramaic Reading of the Koran, “Luxenberg claims that the context makes it clear that it is food and drink that is being offered, and not unsullied maidens or houris”.[56][58]


 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: